Minggu, 24 Maret 2019

MENDAPATKAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA KEBEBASAN BEREKSPRESI DALAM MASYARAKAT DEMOKRASI DAN MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP ORANG BIASA: KASUS INDONESIA
Izmy Nurkholifah
Prof. Andi Faisal Bakti,M.A, Ph. D.
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila
           
             Menurut jurnal ini adanya kesejajaran antara konsep komunikasi dan konsep pembangunan. Anggota masyarakat sebagai penerima memiliki reaksi yang berbeda terutama pada model pemerintah lama dan pemerintah baru.Karena Pendukung model ini tidak tau bagaimana komunikasi bekerja menyebabkan hasil di lapangan jauh di bawah prediksi dan mengalami kesalahpahaman para pelaku komunikasi dalam menghadapi nilai-nilai tradisional-lokal.Hal ini mengakibatkan pentingnya penerima belum diakui dan tujuan mewujudkan masyarakat demokratis belum tercapai.                                              Bagaimana mendapatkan kesadaran masyarkat tentang pentingnya kebebasan berekspresi dalam masyarakat demokrasi dan meningkatkan kualitas hidup orang biasa? Kenapa setiap masyarakat (penerima) cenderung bereaksi berbeda-beda ketika program pembangunan di implementasikan? Apa yang menyebabkan hasil lapangan jauh di bawah prediksi yang menyebabkan para pelaku komunikasi mengalami kesalahpahaman? Mengapa saat ini tujuan demokratis masyarakat belum tercapai?                Mempelajari dan membuat suatu perubahan serta menciptakan suatu hal baru dengan kreatifitas, bakat serta ekspresi mereka dengan berani berekspresi. Peran pelajar bagi pembangunan suatu negara sangatlah penting, karena para pelajarlah sebagai penerus generasi bangsa. Indonesia sekarang membutuh kan para remaja / pelajar yang dapat memberikan kontribusinya bagi pembangunan Negara, melalui bakatnya, kemampuan, aspirasinya. Jadi, pelajar dituntut untuk berani berekspresi, karena di Indonesia pun sudah ada kebebasan untuk berekspresi.                                                                      
Teori Development model modernisasi ini beserta difusi inovasi menuntut agar informasi teknologi ditransfer dari sumber ahli melalui bantuan ekonomi, yang disumbangkan oleh MDC, agar LDC dapat mencapai modernisasi. Konsekuensi modernisasi yang tidak disengaja disoroti dalam model ketergantungan, di mana negara-negara "Dunia Ketiga" menjadi tergantung pada negara-negara kaya.          Konsep Develpoment dimana pembangunan dilakukan dengan mengandalkan teknologi dari barat. Hal ini di kemukakan dalam From Develop Countries – Difusi Inovasi oleh Rogers. Rogers mendefisinikan difusi inovasi sebagai proses sosial yang mengkomunikasikan informasi tentang ide baru yang dipandang secara subjektif. Makna inovasi dengan demikian perlahan-lahan dikembangkan melalui sebuah proses konstruksi sosial                                              .                                                           Model yang ditekankan oleh Shannon dan Weaver (1949), antara lain. SMCR" (Sumber-Pesan-Channel-Receiver) yang di tambahkan"E" (Efek). Pendekatan ini menempatkan pengirim atau sumber dalam posisi sebagai agen perubahan. Semua perbedaan ini muncul ketika pemerintah menyimpulkan ide pengembangan kepada warga biasa. Mereka percaya bahwa jika ide-ide ini disalurkan dengan tepat kepada penerima, mereka akan secara otomatis mengubah sikap warga biasa. Karena itu, warga tidak akan lagi menolak program pembangunan tetapi menerimanya.                                                              Model pembangunan sosial-politik dan ekonomi saat ini dimodifikasi atau reorientasi. Sebagai akibat tidak memperhitungkan para penerima (warga negara) sebagai penerima aktif. Ide-ide inovatif dan bantuan asing kemudian tidak hanya membuang-buang dana serta faktor kunci dalam peningkatan utang. Selain itu, proyek yang tidak menguntungkan seluruh penduduk secara merata atau tidak mengikuti saluran transparan selalu dipertanyakan, dan ketidakpercayaan yang populer menyebabkan kegagalan proyek. Di masa lalu, proyek-proyek pembangunan telah memberikan keistimewaan kepada kelompok-kelompok tertentu, yang menyebabkan kecemburuan.                                                             
                                                Keywords:      Development,Change,Information,Indonesia,Dunia3